Kesiapan Indonesia Dalam Implementasi Pelatihan Berbasis UPRT

Novyanto Widadi(1), Minda Mora(2), Lita Yarlina(3), Susanti Susanti(4), Mohamad Hasan Bashory(5), Tito Yusmar(6), Dio Agro Nugroho(7*), Muhammad Rafiqi Sitompul(8)

(1) Balitbang Perhubungan
(2) Badan Litbang Perhubungan
(3) Badan Litbang Perhubungan
(4) Badan Litbang Perhubungan
(5) Badan Litbang Perhubungan
(6) Badan Litbang Perhubungan
(7) Badan Litbang Perhubungan
(8) Badan Litbang Perhubungan
(*) Corresponding Author

Abstract


Loss of Control in Flight (LOC-I) merupakan penyebab kecelakaan pesawat udara dengan tingkat fatalitas yang paling tinggi, 49% dari total fatalitas. Kecelakaan terkait LOC-I terjadi ketika pilot berusaha mengendalikan kembali pesawat udara secara manual yang justru membuat pesawat udara mengalami upset dan stall. Sekitar 80% kecelakaan pesawat udara disebabkan oleh human factor, dan 57% dari human factor tersebut adalah karena pilot error. Guna menghadapi masalah tersbut, International Civil Aviation Organization (ICAO) mengeluarkan persyaratan pelatihan terkait pelatihan terbang berbasis Upset Prevention and Recovery Training (UPRT). Terkait hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Indonesia saat ini dalam implementasi UPRT. Dilakukan pengumpulan data dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) selaku regulator, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug selaku Lembaga Pelatihan Terbang (Approved Training Organization/ATO), dan dari PT. Indonesia Air Asia (IAA) selaku Operator Pesawat Udara. Diketahui bahwa meskipun IAA sendiri sudah melaksanakan pelatihan UPRT secara internal, namun masih kurang optimalnya peraturan terkait UPRT di Indonesia, sehingga DKPPU perlu merumuskan aturan terkait implementasi UPRT tersebut. Aturan yang disusun akan digunakan sebagai acuan bagi ATO dan Operator Pesawat Udara dalam merumuskan program UPRT-nya. DKPPU perlu melakukan pemutakhiran regulasi dan standar praktis UPRT dan menyusun Advisory Circular (AC). Pembentukan kelompok kerja (Task Force) oleh DKPPU dapat membantu percepatan implementasi UPRT.


Keywords


Kecelakaan; LOC-I; UPRT; Pelatihan; Peraturan

References


Advani, Sunjoo K., and Jeffery A. Schroeder. 2016. “Global Implementation of Upset Prevention & Recovery Training.” AIAA Modeling and Simulation Technologies Conference,1–7. https://doi.org/10.2514/6.2016-1430.

Airbus. 2018. “A Statistical Analysis of Commercial Aviation Accidents 1958-2018.”

CAAS. 2005. “Advisory Circular AC 121-9-10(Rev 0). Upset Prevention And Recovery Training (UPRT).” Area 10 (January): 1–4. https://doi.org/AFS-800 AC 91-97.

CASR Part 61. 2017. “Licensing Of Pilots And Flight Instructors.” Certification and Operating Requirements: Domestic, Flag, and Supplemental Air Carriers. Vol. Amdt 12.

ICAO. 2014. “Manual on Aeroplane Upset Prevention and Recovery Training,” 1–94.

International Air Transport Association. 2015. Guidance Material and Best Practices for the Implementation of Upset Prevention and Recovery Training.

KNKT. 2015. “PT. Indonesia Air Asia Airbus A320-216.Final Report KNKT.14.12.29.04.”

Velde, T. ten, C. Norden, and B. Bennetts. 2015. Loss of Control In-Flight Accident Analysis Report 2010-2014.

https://www.iata.org/whatwedo/safety/Documents/LOC-I-1st-Ed-2015.pdf.




DOI: http://dx.doi.org/10.25104/wa.v47i2.449.146-157

Article metrics

Abstract views : 49 | views : 30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

WARTAARDHIA Indexed by:

      Infobase Index  Logo IPI  Home  

Copyright of Warta Ardhia (e-ISSN:2528-4045, p-ISSN:0215-9066) Sekretariat Jurnal Transportasi Udara, Jl. Medan Merdeka Timur No. 5 A Jakarta Pusat 10110. Tlp. (021) 34832944, Fax. (021) 34832968. Email:litbang_udara@yahoo.co.id; warta.ardhia@gmail.com.

    Creative Commons License 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Web
  Analytics View My Stats